Rabu, 24 September 2014

PENGERTIAN DAN FUNGSI ORNAMEN


PENGERTIAN DAN FUNGSI ORNAMEN
Oleh. Misbah
Dikutip dari buku :
Judul               : Ornamen Nusantara (Kajian Khusus tentang Ornamen Indonesia)
Pengarang       : Drs. Aryo Sunaryo, M.Pd. Seni
Penerbit           : Dahara Prize Semarang Jawa Tengah

Kata ornamen berasal dari bahasa Latin ornare, yang berarti kata tersebut berarti menghiasi. Menurut Gustami (1980) ornamen adalah komponen produk seni yang ditambahkan atau sengaja dibuat untuk tujuan sebagai hiasan. Jadi, berdasarkan pengertian itu, ornamen meruakan penerapan hiasan pada suatu produk. Bentuk-bentuk hiasan yang menjadi ornamen tersebut fungsi utamanya adalah untuk memperindah benda produk atau barang yang dihiasi. Benda produk tadi mungkin sudah indah, tetapi setelah ditambahkan ornamen padanya diharapkan menjadikannya semakin indah.
Kehadiran sebuah ornamen tidak semata sebagai pengisi bagian kosong dan tanpa arti, lebih-lebih karya-karya ornamen masa lalu. Bermacam bentuk ornamen sesungguhnya memiliki beberapa fungsi, yakni :
  1. Fungsi murni estetis,
  2. Fungsi simbolis,
  3. Fungsi teknis konstruktif
Fungsi murni estetis, merupakan fungsi ornamen untuk memperindah penampilan bentuk produk yang dihiasi sehingga menjadi sebuah karya seni. Fungsi ornamen yang demikian itu tampak jelas pada produk-produk keramik, batik, tenun, anyam, perhiasan, senjata tradisional, peralatan rumah tangga, serta kriya kulit dan kayu yang banyak menekankan nilai estetisnya pada ornamen-ornamen yang diterapkannya.
Fungsi simbolis, pada umumnya dijumpai pada produk-produk benda upacara atau benda-benda pusaka dan bersifat keagamaan atau kepercayaan, menyertai nilai estetisnya. Ornamen yang menggunakan motif kala, biawak, naga, burung atau garuda misalnya, pada gerbang candi merupakan gambaran muka raksasa atau banaspati sebagai simbol penolak bala. Biawak sebagai motif ornamen dimaksudkan sebagai penjelmaan roh nenek moyang, naga sebagai lambang dunia bawah dan burung dipandang sebagai gambaran roh terbang menuju surga serta simbol dunia atas. Pada gerbang Kemagangan di kompleks keraton Yogyakarta, misalnya, terdapat motif hias berbentuk dua ekor naga yang saling berbelitan bagian ekornya. Ornamen tersebut selain sebagai tanda titimangsa berdirinya keraton, juga merupakan simbol bersatunya raja dengan rakyat yang selaras dengan konsep manunggaling kawula-gusti dalam kepercayaan Jawa.
Fungsi teknis konstruktif, yang secara struktural berarti ornamen dapat digunakan sebagai penyangga, menopang, menghubungkan atau memperkokoh konstruksi. Tiang, talang air dan bumbungan atap ada kalanya didesain dalam bentuk ornamen, yang tidak saja memperindah penampilan karena fungsi hiasnya, melainkan juga berfungsi konstruksi. Adanya fungsi teknis konstruktif sebuah ornamen terkait erat dengan produk yang dihiasinya. Artinya, jika ornamen itu dibuang maka berarti pula tak ada produk yang bersangkutan.

 
GLOSARIUM
Titimangsa                    : saat yang tepat, waktu yang bertanda


DAFTAR PUSTAKA
Gustami, 1980. Nukilan Seni Ornamen Indonesia. STSRI Yogyakarta

5 komentar:

  1. Terimakasih tulisannya banyak membantu untuk saya tentang pengertian ornamen

    BalasHapus
  2. Terima kasih ....bisa +ilmu ....

    BalasHapus
  3. Terima kasih atas tulisannya yg membahas tentang Motif dan Ornamen, sehingga dpt membantu sy dlm penulisan Proyek Perubahan saya.

    BalasHapus
  4. ternyata tulisan dosen saya.... gara2 hand out dari beliau hilang saya jadi nyari2 lagi

    BalasHapus
  5. tambah terus kreasinya biar ilmu bertambah banyak

    BalasHapus